Para pemilik kendaraan
sepeda motor umumnya, lebih banyak memperhatikan penggatian oli,
masalah busi, platina, karburator dan komponen lainnya yang berkaitan
dengan tenaga mesin, sementara sistem rem sering kali terabaikan,
padahal kemanan pengendara sangat tergantung pada sistem ini.
Kerusakan atau gangguan pada kendaraan umumnya, terjadi
karena kita tidak memperhatikan hal-hal yang sepele seperti rem yang
sebenarnya memerlukan perawatan yang teliti dan teratur, untuk
menghindari kerusakan yang lebih parah. Pada sistem rem apa bila kita
tidak mengenal gejala-gejala pada rem yang bekerja tidak normal,
dapat mengakibatkan kerusakan yang cukup parah bahkan dapat menjadi
penyebab terjadinya kecelakaan.
Rem dirancang untuk mengurangan kecepatan dan
memperlambat serta menghentikan jalannya kendaraan. Pada peralatan
ini merupakan bagian yang sangat penting pada kendaraan yang
berfungsi sebagai alat keselamatan dan menjamin mengendaraan yang
aman.
Menurut para ahli kendaraan khususnya sepeda motor, rem
merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk keamanan dan kenyamanan
berkendaraan.
Kondisi rem yang baik
memungkinkan pengendara dapat berhenti ditempat manapun dan dalam
berbagai kondisi dengan baik. Dengan begitu kondisi rem harus
diperhatikan sungguh-sungguh, sehingga kendaraan selalu berada dalam
keadaan yang baik.
Untuk menjaga agar kondisi rem tetap dalam keadaan baik
maka diperlukan perawatan atau perbaikan secara berkala, dalam modul
ini di harapkan dapat menuntun dalam pekerjaan perawatan dan
perbaikan rem kendaraan. Dan juga diharapkan dapat membantu
siswa SLTPLB Program rekayasa, paket ketrampilan. Otomotif untuk
belajr bagaimana cara memelihara dan memperbaiki sendiri sistem rem
sepeda motor.
SISTEM REM
SEPEDA MOTOR
A.Mengapa rem Diperlukan ?
Sekali kendaraan mulai
berjalan, maka kelajuan kendaraan akan tetap ada sekalipun mesin
telah dimatikan atau pemindah daya yang menggerakkan roda telah
dibebaskan oleh kopling, tetapi dengan cara ini pengereman sepeda
motor belum terpenuhi. Untuk itu maka kendaraan sepeda motor
dilengkapi sistem rem yang berfungsi untuk mengurangi laju kecepatan
sepeda motor saat berjalan.
Sistem rem yang diperlukan pada kendaraan baik sepeda
motor maupun mobil adalah sistem rem yang memiliki kriteria sebagai
berikut :
Dapat
bekerja dengan baik.
Dapat
dipercaya.
Mempunyai
daya tekan yang cukup.
Mudah
diperiksa dan distel.
B.Prinsip Rem
Prinsip kerja rem adalah berlawanan dengan
prinsip kerja mesin “ Mengubah energi panas
menjadi energi gerak (kinetik) untuk menggerakkan kendaraan
“sedangkan pada perinsip kerja rem berlaku sebaliknya yaitu :
“Mengubah energi gerak (kinetik) menjadi
energi panas untuk menghentikan laju kendaraan “(lihat gambar I).
Rem bekerja disebabkan
adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak tukar. Efek
pengereman diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua
obyek yaitu :
Kanvas
rem dengan tromol pada sistem rem tromol (drum brake), gesekan
antara tromol dan kanvas rem akan dipengaruhi oleh temperatur kanvas
itu sendiri, biasanya gesekan akan berkurang dan gaya pengereman
menjadi menurun ketika tromol dan kanvas menjadi panas.
Pad
dengan cakram pada sistem rem cakram (disc brake), karena bidang
gesek selalu terkena udara, radiasi panasnya dapat disalurkan
secepatnya sehingga fungsi rem tetap stabil dalam berbagai kondisi.
Gambar 1. Prinsip Pengereman
C.Fungsi Rem
Seperti telah
dijelaskan sebelumnya bahwa rem merupakan bagian penting dari sebuah
kendaraan baik sepeda, sepeda motor, maupun mobil, sehingga setiap
kendaraan selalu dilengkapi dengan sistem rem.
Rem dalam kendaraan memiliki fungsi :
Untuk
mengurangi atau memperlambat laju kendaraan.
Menghentikan
kendaraan.
Sebagai
alat keselamatan dan menjamin keamanan bagi pengendaranya.
Mengingat rem demikian penting peranannya dan selau
berhubungan dengan keselamatn pengendara dan orang lain, maka tidak
berlebihan kiranya jika kondisi rem selalu diperhatikan, dirawat,
serta mendapat pemeliharaan yang baik.
D.Tipe dan Jenis rem
Berdasarkan jenisnya rem pada setiap motor dapat
dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
Rem
Tromol (Drum Brake)
Pada tipe rem tromol
kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang menekan
permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda.
Tenaga yang dihasilkan dalam pengereman ditimbulkan oleh
tenaga putar tromol dan tenaga mengembangnya sepatu rem, sehingga
usaha pengereman yang besar diakibatkan oleh usaha pedal yang kecil.
Komponen
Rem Tromol.
Komponen rem tromol terdiri dariu :
Tromol
rem yang rat-rata memiliki diameter antara 127-128 mm dan memiliki
permukaan yang halus sebagai permukaan gesek dengan sepatu rem,
tromol juga berfungsi sebagai penyangga roda dan pada bagian luarnya
terdapat lubang untuk pemasangan jari-jari.
Sepatu
rem (brake shoe) sebanyak dua buah dan permukaan yang bergesekan
dengan sisi dalam tromol terbuat dari bahan campuran asbes
(berbahaya terhadap pernafasan)
Gambar 2. Komponen Rem Tromol
b. Cara kerja Rem tromol
Rem tromol memiliki cara kerja sebagai berikut :
Gambar 3. Cara Kerja Rem Tromol
Rem
cakram (Disc Brake)
Rem cakram pada awalnya
digunakan pada roda bagian depan, tetapi belakangan ini banyak
digunakan untuk rem roda bagian belakang.
Kekuatan pengereman diperoleh dari kekuatan
mencengkeramnya pad pada piringan (cakram).
Komponen
rem Cakram.
Komponen rem cakram terdiri dari :
Gambar 4. Prinsip kerja Rem cakram
Cara
kerja Rem Cakram
Rem cakram memiliki cara kerja sebagai berikut.
Apabila handel rem tangan ditarik. Maka minyak rem yang
ada didalam silinder master akan terdorong keluar menuju kaliper
melalui pipa atau selang rem, akibatnya minyak rem mengadakan
penekanan terhadap piston yang terdapat pada kaliper sehingga sepatu
rem (pad rem) tertekan mencengkram piringan dan terjadilah pengereman
(lihat gambar 5).
Gambar 5 Konstruksi dan cara kerja rem cakram
IDENTIFIKASI KERUSAKAN
SISTEM
REM SEPEDA MOTOR
Gangguan
pada sistem rem
Kondisi rem seperti
juga peralatan lainnya, juga akan mengalami kerusakan secara
perlahan-lahan. Pada waktu rem masih baru atau sepeda motor masih
baru, untuk menghentikan kendaraan pada suatu kecepatan misalnya,
dibutuhkan jarak pengereman sejauh 10 meter sebelum sepeda motor
tersebut dipakai untuk beberapa waktu lamanya (misalnya 6 bulan)
jarak pengereman akan bertambah menjadi 12-13 meter. Hal ini dapat
terjadi karena kondisi rem menjadi kurang baik sebagai akibat rem
semakin tidak efektif seiring dengan jarak tempuh / waktu pemakaian
kendaraan
Kerusakan pada sistem rem dapat diidentifikasi sejak
awal dengan memperhatikan gejala-gejalanya, untuk mempermudah
mengetahui kerusakan pada sistem rem sepeda motor secara umum
perhatikanlah tabel berikut ini!
Tabel 1
Tabel Analisis kerusakan Sistem Rem Sepeda Motor
|
GEJALA/GANGGUAN
|
KEMUNGKINAN
PENYEBAB
|
CARA
PERBAIKAN
|
|
Kerja rem kurang
baik
|
Sepatu rem
aus.
Permukaan
kontak sepatu rem aus.
Cam rem aus.
|
Ganti
Perbaiki atau ganti
Ganti
|
|
Rem kurang pakem
|
Kanvas rem
aus, sudah terlalu tipis.
Kanvas rem
kotor (ada benda lain yang menempel) atau basah.
Gerigi lengan
rem tidak tepat pemasangannya.
Cam rem aus.
Kabel rem
depan rusak.
Poros pedal
rem terlalu longgar.
Sepatu rem
hanya menekan sebagian saja.
Ada lumpur
atau air di dalam tromol rem.
Ada minyak rem
atau gemuk pada kanvas rem
|
Ganti
Bersihkan
Stel kembali
Ganti
Ganti
Perbaiki atau ganti
Perbaiki atau ganti
Bersihkan
Bersihkan
|
|
Suara rem berdenyit
|
Sepatu rem
aus.
Ada benda
asing menempel pada kanvas rem
Permukaan
bagian dalam tromol kasar
Bos rem panel
aus
|
Ganti
Bersihkan
Perbaiki atau ganti
Ganti
|
|
Pedal rem diinjak
tidak terdapat tahan sedangkan kendaraan tetap meluncur terus dan
tidak berhenti
|
Pada tromol
terdapat air
Pada sepatu
rem terdapat air
Pada tromol
rem atau sepatu rem terdapat minyka bantalan peluru karena
sealnya telah rusak atau pemasangannya terbalik
Jarak sepatu
rem dengan tromol rem terlalu jauh dikarenakan plat tekannya
terlalu tipis
Penyetelan rem
kurang sempurna
|
Bersihkan dan perbaikai
Bersihkan dan perbaikai
Bersihkan dan perbaikai
Ganti atau perbaiki
Stel kembali
|
|
|
Pedal rem
diinjak kendaraan dapat berhenti, tetapi setelah pedal rem
dilepas dari injakan kendaraan berjalan berat dan berbunyi
|
Pegas sepatu
rem terlepas atau patah
Baut jangkat
penuh kotoran atau berkarat
|
Perbaikai dan ganti
Bersihkan atau
ganti
|
|
|
|
Aksi dari tangki
rem atau pedal sangat lunak dan efek pengereman sedikit sekali
(pada rem cakram atau disk brake)
|
Rem tidak
distel dengan benar
Ada kebocoran
atau kekurangan minyak rem
Terdapat udara
pada sistem rem
Selang rem
rusak
Silinder
master bocor
|
Perbaiki
Perbaiki dan tambah
sesuai standar
Perbaiki atau
bleeding
Ganti atau perbaiki
Ganti atau
perbaiki.
|
|
|
|
Pedal rem
diinjak kendaraan dapat berhenti, tetapi setelah pedal rem
dilepas dari injakan kendaraan berjalan berat dan berbunyi
|
Pegas sepatu
rem terlepas atau patah
Baut jangkat
penuh kotoran atau berkarat
|
Perbaikai dan ganti
Bersihkan atau
ganti
|
|
|
|
Aksi dari tangki
rem atau pedal sangat lunak dan efek pengereman sedikit sekali
(pada rem cakram atau disk brake
|
Rem tidak
distel dengan benar
Ada kebocoran
atau kekurangan minyak rem
Terdapat udara
pada sistem rem
Selang rem
rusak
Silinder
master bocor
|
Perbaiki
Perbaiki dan tambah
sesuai standar
Perbaiki atau
bleeding
Ganti atau perbaiki
Ganti atau
perbaiki.
|
|
Dengan menggunakan tabel tersebut diatas, kita dapat
melakukan pemeriksaan awal sebelum melakukan perbaikan atau
penggantian komponen rem.
Identifikasi kerusakan pada Rem Tromol (Drum brake)
Berdasarkan analisis kerusakan secara umum
yang telah dibahas pada penjelasan sebelumnya, identifikasi kerusakan
pada sistem rem tromol dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
Apabila
clearence diantara kanvas rem dengan tromol berlebihan.
Celah antara kanvas rem
dengan tromol akan bertambah dengan bertambahnya keausan kanvas rem.
Bila sudut antara lengan cam dari rem dan batang rem (kabel rem)
terbentuk sidut lebih dari 90˚ maka efek pengereman menjadi kurang
baik dan pemakaian lebih lanjut, apabila tidak diperbaiki dapat
mengakibatkan roda menjadi macet dan mengakibatkan kecelakaan.
Bila sudutnya melebihi
90˚ bongkarlah rem dan periksa kondisi kanva rem bila telah aus
gantilah dengan yang baru (lihat gambar 6 dan 7)
Gambar
6 Memeriksa sudut antara lengan cam dan kabel rem
2. Cek
kondisi kanvas rem
Untuk mengecek kondisi kanvas rem dapat
dilihat dari indikator keausan kanvas rem yang terdapat pada panel
rem (lihat gambar 7)
Gambar
7. Indikator keausan kanvas rem
3. Apabila gerak bebas tuas rem atau pedal berlebihan ?
Gerak bebas (free play) tangkai rem atau pedal
disebabkan penyetelan yang salah atau karena keausan.
Untuk memeriksanya pertama-tama pastikan tangkai rem
atau pedal rem mempunyai gerak bebas yang sesuai dengan spesifikasi.
Pengukuran gerak bebas ditentukan pada kedudukan seperti terlihat
pada gambar 8 dan 9 Bila gerak bebasnya berlebihan maka kanvas rem
atau tromol telah aus. Untuk memastikan keausan tersebut rem harus
dibongkar
Gambar 8. Memeriksa gerak bebas tuas rem
Gambar 9 mengecek ngerak bebas pedal rem
Identifikasi kerusakan pada Rem Cakram
Untuk melakukan identifikasi pada rem cakram (disc
brake). Diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:
Apakah
permukaan minyak sudah benar ?
Untuk memeriksanya dapat dilakukan dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
Lepaskan
tutup penampung minyak (master silinder), dan minyak rem dapat
diperiksa melalui jendela pemeriksa. Permukaan minyak tersebut harus
diantara garis atas dan garis bawah yang tertera pada penampung
minyak rem atau pada jendela pemeriksa.
Masukkan
jari ke dalam tabung minyak rem, bila warnanya hitam atau terlihat
kotoran-kotoran sehingga terasa pada ujung jari, maka gantilah
minyak rem. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun dan air bersih
setelah melaksanakan langkah ini (lihat gambar 10 )
Gambar 10 Mengecek tinggi permukaan minyak rem
-
|
PERHATIAN
Perhatikan hal-hal
berikut bila mengganti minyak rem
Dilarang
mengganti dengan minyak rem bekas
Jangan
memakai minyak rem yang telah lama terbuka
Jangan
menambah minyak rem dengan merk yang berlainan
Jangan
melepas tutup penampung minyak rem karena minyak tersebut akan
rusak kena oksidasi/menyerap uap air
Hindari
penggantian minyak rem sewaktu hujan atau angin
Minyak rem
merusak permukaan cat, karena hapuslah segera tetesan minyak
rem dengan air dan keringkan
Pastikan
untuk mengeluarkan gelembung udara (bleeding) pada sistem rem,
setelah minyak rem diganti
|
Apakah
sambungan pada pipa rem bocor?
Untuk memeriksa pertama-tama periksalah kebocoran minyak
erm pada sambungan-sambungan pipa. Biasanya kebocoran terjadi karena
sambungan pipa karet (flexible hose) yang telah tua atau telah
mengembang atau karena sambungan yang longgar.
Bila setelah pengencangan kembali sabungan tidak
memperbaiki kebocoran maka pipa tersebut rusak dan harus diganti
(lihat gambar 11)
Gambar 11 memeriksa kebocoramn saluran rem
Apakah
master slinder bocor?
Pemeriksaan kebocoran pada master silinder dapat
dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Periksalah
tutup master silinder dan sambungan pipa rem dari kebocoran. Bila
tutp tersebut bocor, periksalah apakah ulir tutup tersebut longgar.
Buka
tutup master silinder dan periksalah seal karet apakah cacat. Bila
cacat seal karet tersebut harus diganti.
Bila mengeraskan tutup, hati-hatilah agar seal tidak
tertekuk.
Periksa
sambungan pipa rem dari master silinder ke silinder roda (Caliper)
apakah ada kebocoran atau tidak.
4. Apakah caliper bocor?
Apabila terjadi kerusakan atau cacat pada caliper piston
seal akan mengakibatkan kebocoran minyak rem. Bila kebocoran
ditemukan sekeliling piston tersebut maka harus dibongkar dan
diperbaiki,
Untuk pemeriksaan dan perbaikan lakukanlah
langkah-langkah sebagai berikut:
Periksalah baut pengeluaran udara (bleed valve)
apakah longgar sehingga menyebabkan kebocoran.
Periksalah
kelonggaran sambungan antara pipa rem dan caliper kencangkan kembali
bila longgar, bila masih bocor maka gantilah ring perapatnya dan
kencangkanlah sekali lagi.
Gambar 12 Konstruksi Rem cakram
5. Apakah ada udara dalam sistem rem?
Udara didalam sistem rem membuat aksi pedal atau
tangkai rem empuk atau seperti spon. Bila terjadi kebocoran pada
sistem rem, maka udara dianggap masuk ke dalam sistem rem. Untuk
memerisa udara dalam sistem rem, cobalah mengeluarkan udara dan
sistem pipa rem sehingga kita dapat mengetahui apakah ada udara atau
tidak dalam sistem rem.
6. Handle rem terasa lemah
Ada
udara palsu di dalam sistem hidrolik
Ada
kebocoran pada sistem hidrolik
Seal
piston caliper bocor
Kanvas
rem aus
Caliper
tidak bergeser dengan baik
Tinggi
permukaan minyak terlalu rendah
Saluran
minyak rem tersumbat
Handle
rem bengkok
7. Handle rem terasa keras
Sistem
rem tersumbat/tertahan
Piston
caliper menyangkut/aus
Caliper
tidak bergeser dengan baik
Saluran
minyak rem tersumbat/tertahan
Handle
rem bengkok
Rem
menyangkut/macet
Kanvas
rem/cakram rem kotor
Roda
tidak terpasang dengan tepat
Kanvas
rem/cakram rem aus
Cakram
oleng
Caliper
tidak bergeser dengan baik
PEMERIKSAAN
DAN PENYETELAN SISTEM REM
SEPEDA MOTOR
A. Perawatan dan
pemeliharaan Rem
Perawatan dan pemeliharaan sistem rem sepeda motor
memerlukan kecermatan dan ketelitian, mengingat rem demikian penting
perannya dan selalu berhubungan dengan soal keselamatan pengendara
dan orang lain, sehingga bukanlah hal yang berlebihan apabila setiap
pengendara sepeda motor mampu melakukan perawatan dan pemeliharaan
sistem rem sepeda motor, sehingga gangguan sekecil apapun dapat
segera diperbaiki.
Ada
dua jenis rem yang digunakan, yaitu rem tromol (drum brake) dan rem
cakram (dics brake), lebih lengkapnya dijelaskan dalam uraian
berikut:
1. Perawatan
dan pemeliharaan rem tromol.
Tindakan perawatan serta pemeliharaan rem tromol (drum
brake) dapat dilakukan dengan cara atau langkah sebagai berikut:
Mengusahakan
keadaan tromol rem bersih dari kotoranm debu atau lumpur, karena
adanya kotoran tersebut akan membuat licin tekanan kanvas dan
pendinginan sekitar tromol menjadi berkurang, selama temperatur
masih tinggi, maka kemampuan rem akan berkurang walaupun telah
dibebankan tekanan yang cukup.
Menggunakan
kanvas rem dengan kulitas yang baik, tidak cepat aus. Kanvas rem
yang berkurang tipis kerjanya sudah kurang dan harus segera diganti
yang baru.
Menyetel
unit rem sesuai anjuran atau buku petunjuk.
Selalu
memeriksa unit-unit rem, seperti kabel dan kawat penarik, karena
setelah dipakai cukup lama akan terjadi keausan, sehingga kanvas
terasa menjadi tipis.
Kanvas
Rem
Gambar
13. Kanvas rem
2. Perawatan
dan pemeliharaan rem cakram
Sepeda motor yang menggunakan sistem rem cakram (disc
brake) tetap harus mendapat perawatan dan pemeliharaan agar tetap
dapat bekerja maksimal dan memuaskan. Untuk perawatan rem cakram
dapat dilakukan dengan cara atau langkah sebagai berikut:
Mengusahakan
keadaan piringan disc brake bersih dari berbagai kotoran (debu,
lumpur dan sebagainya)
Memeriksa
permukaan minyak rem dan kondisi minyka rem, apabila perlu menambah
atau mengganti minyak rem gunakanlah minyka rem dengan tipe dengan
jenis yang sama, dan tidak menimbulkan kerusakan pada pipa. Tidak
merusak karet-karet dan tidak mudah menguap.
Menggunakan
pad rem yang berkualitas
Periksa
bagian piringan dari goresan, untuk menghilangkan goresan yang kecil
gunakan kertas amplas gosok dengan dengan perlahan-lahan dengan
merata
Periksa
apakah ada kebocoran pada selang atau komponen rem lainnya.
Jangan
membongkar komponen selama tidak perlu benar, karena membongkar satu
bagian dari sistem rem cakram dibuka maka seluruh sistem harus
dibongkar.
Jangan
menggunakan cairan pelarut, dalam membersihkan bagian dalam sebab
cairan pelarut akan menyebabkan oli sil mengembang.
Pemeriksaan dan penyetelan rem tromol (Drum Brake)
Rem tromol bekerja menghentikan roda dengan gesekan
yang terjadi bila lapisan sepatu rem (Brake shoe Lining) ditekan
terhadap tromol dari rem oleh karena itu lapisan sepatu rem menjadi
aus. Ini akan menambah clearance diantara sepatu rem dan tombol
(drum) sehingga tidak menahan laju kendaraan dan sepeda motor tidak
dapat berhenti.
Untuk menghindari hal tersebut diatas maka rem sepeda
motor harus senantiasa diperiksa dan distel sesuai dengan prosedur
buku manual merk sepeda motor tersebut.
Prosedur pemeriksaan rem sepeda motor jenis tromol
umumnya setiap sepeda motor memiliki kesamaan. Apabila kita akan
memeriksa dan menyetel rem tromol harus diperhatikan pada bagian mana
(roda depan atau belakang) rem tersebut akan diperiksa atau distel,
karena prosedur pemeriksaan dan penyetela rem bagian depan dan
belakang ada sedikit perbedaan. Berikut ini akan dijelaskan prosedur
yang harus dilaksanakan dalam pemeriksaan dan penyetelan rem sepeda
motor.
Untuk
melihat kondisi rem tromol sebelum dilakukan penyetelan terlebih
dahulu, setelah rem tersebut banar-benar tidak dapat disetel untuk
memperoleh kondisi yang sesuai dengan kebutuhan dan keamanan barulah
dilakukan pemeriksaan pada semua komponen rem tersebut untuk melihat
kerusakan komponen rem yang lainnya.
Lepaskan
mur pengunci (locknut) kemudian putarlah penyetel, bila jarak
diantara ujung lengan dan throttle grip telah sesuai dengan
spesifikasi, kencangkanlah mur pengunci, periksa sekali lagi jarak
antara ujung lengan dengan “throttle grip”
Gambar
14. Menyetel Rem depan
b. Bila penyetelan tidak mungkin lagi meskipun penyetel
telah dilonggarkan sampai limitnya, lakukan langkah berikut :
Lepaskan mur pengunci
Kencangkan penyetelan sampai berhenti
Kencangkan baut pengunci
c. Setelah penyetelan rem bagian atas selesai,
selanjutnya periksalah setelan rem bagian bawah, dengan langkah
sebagai berikut :
Putar rem penyetel pada ujung kabel rem bagian bawah
sesuai dengan spesifiksasinya.
Pastikan ujung kabel yang ditetapkan pada sisi grip
tangan telah ditetapkan pada lengan rem
Putar mur penyetel sesuai alur dan harus diputar
sedemikian rupa agar sesuai dengan pena
Pemeriksaan
Setelah
dilakukan penyetelan tetapi rem tidak dapat bekerja dengan baik maka
lakukan langkah – langkah pemeriksaan sebagai berikut :
Pemeriksaan
apakah tanda pada plat indicator lapisan sepatu rem telah berada
diluar limit/ batas keausan. Bila sudah diluar batas keausan mak
sepatu rem harus diganti.
Gb. 15
Limit keausan kanvas rem/ sepatu rem
b. Apabila sepatu rem harus diganti lakukan langkah
pemeriksaan setelah roda depan dibuka
c. Setelah roda dibuka dan sepatu rem harus diganti,
lakukan langkah pemeriksaan sebagai beikut :
)
Periksa apakah ada guratan pada bagian dalam permukaan dari pada
tromol remnya
A
pabila Guratan – guratannya tidak terlelu serius, licinkan
dengan menggunakan kertas amplas nomor 400 – 500
Gambar 16 Rekondisi dengan memakai kertas amplas
Bersihkanlah
Tromol dengan cara meniupkan udara kompresor atau lap dengan kain
sampai bersih.
Ukur
diameter dalam tromol dengan menggunakan jangka sorong (vernier
caliper), perhatikan di atas keausan tromol sebagai berikut :
-
Diameter Bagian
Dalam
|
|
Standar
|
Batas
Pemakaian
|
|
Belakang
|
130
mm
|
131
mm
|
|
Depan
|
110
mm
|
111
mm
|
Gb. 17
Mengukur diameter dalam rem tromol
Apabila
terlihat ada keretakan pada bagian tromol atau luka yang garisnya
dalam, gantilah tromol. Untuk peggantian tromol lakukan di bengkel
servis
Membongkar
dan merakit kembali
Untuk
melakukan langkah membongkar/ membuka rem tromol bagian depan,
lakukan langkah – langkah sebagai berikut :
Siapkanlah
alat yang akan digunakan, minimal 1 set stool bok lengkap.
Bukalah
kabel rem pada bagian bawah.
Kendorkan
mur dan lepaskan poros roda – rodanya
Lepasakan
roda
Lepaskan
panel sub assy
Lepaskan
pena pengambung
Lepaskan
tuas rem
Lepaskan
pegas sepatu rem
Lepaskan
cam rem
Lepaskan
sepatu rem
Setelah
dibuka dan dibersihkan masing – masing komponen, apabila ada
komponen yang rusak segera ganti, dan rakitlah kembali dengan susunan
terbalik dari langkah membukanya.
Gambar
18. Roda depan danRakitan Roda Depan
a. Rem
Tromol Belakang
Penyetelan
Untuk
melakukan penyetelan pada tromol roda belakang lakukanlah langkah –
langkahsebagai berikut :
Injaklah
pedal rem dan periksalah apakah gerak bebasnya (free play ) berada
pada daerah yang dispesifikasikannya di dalam buku manual.
Gambar
19. Gerak bebas pedal rem
Bila
tidak sesuai buku manual, kanvaskan diganti, jika sesuai dengan
spesifikasi dengan cara memutar mur penyetel, mur penyetel
mempunyai cekungan, setelah penyetelan cekungan tersebut duduk
tepat pada dengan pena
Gambar 20. Penyetelan Rem Belakang
c) Apabila setelah penyetelan,indicator keausan kanvas
rem telah melewati batas/ limit gantilah sepatu rem
Gambar 21. Limit keausan sepatu rem
Pemeriksaan.
Langkah
pemeriksaan pada rem tromol belakang pada prinsipnya sama dengan
pemeriksaan rem tromol bagian depan. Untuk memeriksanya lihat kembali
langkah – langkah pemeriksaan rem tromol bagian depan
Membongkar
dan merakit kembali
Untuk
mengganti sepatu rem harus dilakukan dengan membuka/ membongkar roda
bagian belakang, lakukanlahlah dengan langkah – langkah sebagai
berikut :
Siapkan
alat – alat yang dipelukan, minimal 1 set tool box lengkap.
Lepaskan
batang torsi
Lepaskan
rantai dari “sprocket “
Lepaskan
roda belakang
Lepaskan
sepatu rem (kanvas rem) dari panel rem (braking plate) dan ganti
yang baru
Periksa
tromol apakah ada goresan, apabila ada haluskan dengan amplas 400 –
500, periksa tromol dari keausan keretakan dan luka – luka
Setelah
dibersihkan masing – masing komponen, apabila ada komponen yang
rusak segera diganti, dan rakitlah kembali dengan susunan terbalik
dari langkah membukanya.
Gambar
22. Susunan Rem Belakang
Gambar
23. Roda Belakang
Pemeriksaan
dan penyetelan rem cakram ( disc brake ) Hidrolik
Pada rem cakram hidrolik mempunyai dua kanvas rem (
brake pad ) untuk menahan putaran cakram ( disc ), sehingga
menyebabkan gesekan untuk mengerem.
Membongkar
Kaliper
Untukpembongkaran kaliper lakukan langkah – langkah
berikut :
Gambar
23. Mengeluarkan minyak rem
Longgarkan
pin kanvas rem (Pad)
Lepaskan
selang rem dengan melepas baut slang
Lepaskan
baut-baut bracket dan kaliper rem
Lepaskan
kanvas rem
Gambar
24. Pelepasan Kaliper Rem
Gambar
25. Melepas Pegas Rem
Gambar 26. Mengeluarkan Piston
AWAS
!
. Jangan gunakan udara bertekanan tinggi atau meletakkan
nozzle terlalu dekat-dekat pada lubang.
. Letakkan sehelai kain menutupi piston untuk
mencegah agar tidak terbang keluar.
Pemeriksaan caliper
Untuk
pemeriksaan caliper lakukan langkah berikut :
P
eriksa kaliper piston dan kanvas/pad rem jika rusak aus maka
gantilah
Gambar
27. Memeriksa keausan silinder pada Kaliper
Gambar 28. Mengukur/memeriksa Piston kaliper
Gambar
29. Komponen-komponen Kaliper
2).
Berilah pelumasan, jika rem akan dipasang
3).
Gantilah dust seal dan seal pistorn jika caliper dibongkar
Pemasangan
caliper
1).
Pasanglah caliper rem, perhatikan urutan pembongkaran
2).
Pasanglah brake caliper dan selang
3). Kencangkan baut pengikat brake caliper dan baut
pengikat ( gunakan washer tembaga)
4). Keluarkan udara pada system rem. Dengan urutan
pengeluaran udara (bleeding) sebagai berikut :
Buka tutup master selinder ( master cylinder cup )
Isilah minyak re m pada reservoir
Gambar
30. Mengeluarkan udara dari sistem (Bleeding)
Hubungkan
selang plastik ke baut pengeluaran (bleeder plug ) (2), dan ujung
yang lain di tempatkan di wadah.
Tarik
lengan/ tuas rem tangan beberapa kali, kemudian tahanlah.
Longgarkan baut pengeluaran ( bleeder plug), dan
biarkan lengan / tuas rem tangan tertarik penuh.
Kencangkan baut pengeluaran / bleeder plug dan
kemudian lepaskan lengan tangan / tuas rem tangan.
Ulangi urutan yang sama sampai semua gelembung –
gelembung udara hilang.